Senin, 21 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU KAYU SIFAT-SIFAT LAIN PADA KAYU


LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU KAYU
SIFAT-SIFAT LAIN PADA KAYU

Nama :   AGUNG WICAKSONO
      NIM :      D1D010017
      Dosen Pembimbing :         Nursanti, S.Hut.M.Si

FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN KEHUTANAN
2012

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Hutan Indonesia memiliki potensi 4000 jenis pohon berkayu yang besar di seluruh Nusantara. Dari jumlah tersebut baru sebagian kecil saja yang di ketahui sifat – sifatnya.
Sering kali terjadi pemilihan dan penggunaan sesuatu jenis kayu yang tidak tidak tepat karena tidak sesuai dengan sifat – sifatnya. Tentu saja dalam hal ini hasilnya tidak akan memuaskan. Bahan, biaya, tenaga dan waktu banyak terbuang sehingga merugikan perusahaan.
Pemilihan dan penggunaan kayu untuk sesuatu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat – sifat kayu yang bersangkutan, terutama : berat jenis, kelas awet dan kelas kuat. Sifat – sifat ini penting sekali di ketahui setiap usahawan yang bergerak dalam bidang industry dan pengelolah kayu, sebab dari pengetahuan sifat – sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat di tentukan kemungkinan pengisian oleh jenis kayu lain, apa bila jenis kayu yang bersangkutan sulit didapat secara continua atau terlalu mahal.
                       

I.2 Tujuan praktikum
·         Mengetahui sifat – sifat kayu yang lain
·         Mengatahui nama dan jenis kayu
·         Mengidentifikasi kayu



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
SIFAT-SIFAT KAYU DAN PENGGUNAANNYA
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu.  Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya.  Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan.  Berikut ini diuraikan sifat-sifat kayu (fisik dan mekanik) serta macam penggunaannya.
Pengenalan Sifat-Sifat Kayu
Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi.  Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain.  Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.
Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda.  Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda.  Dari sekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu :
  1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).
  2. Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).
  3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau melepaskan kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara disekelilingnya.
  4. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama dalam keadaan kering.
Sifat Fisik Kayu
  1. Berat dan Berat Jenis
Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat ekstraktif didalamnya.  Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya.  Kayu mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani).  Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan semakin kuat pula.
  1. Keawetan
Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu.  Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.
  1. Warna
Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda.
  1. Tekstur
Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu.  Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur sedang (contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).
  1. Arah Serat
Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon.  Arah serat dapat dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan serat diagonal (serat miring).
  1. Kesan Raba
Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar, halus, licin, dingin, berminyak dll).  Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat ekstraktif dalam kayu.
  1. Bau dan Rasa
Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka.  Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat penyamak (jati), bau kamper (kapur) dsb.
  1. Nilai Dekoratif
Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan pemunculan riap-riap tumbuh dalam pola-pola tertentu.  Pola gambar ini yang membuat sesuatu jenis kayu mempunyai nilai dekoratif.
  1. Higroskopis
Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air.  Makin lembab udara disekitarnya makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya.  Dalam kondisi kelembaban kayu sama dengan kelembaban udara disekelilingnya disebut kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium Moisture Content).
  1. Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :
    1. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan elastisitas kayu.
    2. Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang suara.  Kualitas nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayu banyak dipakai untuk bahan pembuatan alat musik (kulintang, gitar, biola dll).
  2. Daya Hantar Panas
Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat barang-barang yang berhubungan langsung dengan sumber panas.
  1. Daya Hantar Listrik
  2. Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran listrik.  Daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu.  Pada kadar air 0 %, kayu akan menjadi bahan sekat listrik yang baik sekali, sebaliknya apabila kayu mengandung air maksimum (kayu basah), maka daya hantarnya boleh  dikatakan sama dengan daya hantar air.
Sifat Mekanik Kayu
  1. Keteguhan Tarik
Keteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu.  Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tarik yaitu :
    1.             Keteguhan tarik sejajar arah serat dan
    2. Keteguhan tarik tegak lurus arah serat.
Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah serat.  Kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat.
  1. Keteguhan tekan / Kompresi
Keteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tekan yaitu :
    1. Keteguhan tekan sejajar arah serat dan
    2. Keteguhan tekan tegak lurus arah serat.
Pada semua kayu, keteguhan tegak lurus serat lebih kecil daripada keteguhan kompresi sejajar arah serat.


  1. Keteguhan Geser
Keteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang membuat suatu bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain di dekatnya.  Terdapat 3 (tiga) macam keteguhan yaitu :
    1. Keteguhan geser sejajar arah serat
    2. Keteguhan geser tegak lurus arah serat dan
    3. Keteguhan geser miring
Keteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser sejajar arah serat.
  1. Keteguhan lengkung (lentur)
Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban pukulan.  Terdapat 2 (dua) macam keteguhan yaitu :
    1. Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara perlahan-lahan.
    2. Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara mendadak.
  1. Kekakuan
Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau lengkungan. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.
  1. Keuletan
Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakan sebagian.
  1. Kekerasan
Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau lekukan atau kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan suatu ukuran tentang ketahanan terhadap pengausan kayu.
  1. Keteguhan Belah
Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha membelah kayu.  Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan sirap dan kayu bakar. Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk pembuatan ukir-ukiran (patung). Pada umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah radial) dari pada arah tangensial.
Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat keku-atan kayu atau sifat mekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2.  Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat mekanik kayu secara garis besar digolongkan menjadi dua kelompok :
    1. Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu, kelembaban lingkungan, pembebanan dan cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak kayu.
Faktor dalam kayu (internal): BJ, cacat mata kayu, serat miring dsb.

 Macam Penggunaan Kayu
Penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian tertentu tergantung dari sifat-sifat kayu yang bersangkutan dan persyaratan teknis yang diperlukan.  Jenis-jenis kayu yang mempunyai persyaratan untuk tujuan pemakaian tertentu antara lain dapat dikemukan sebagai berikut :
  1. Bangunan (Konstruksi)
Persyaratan teknis :     kuat, keras, berukuran besar dan mempunyai keawetan alam yang tinggi.
Jenis kayu :      balau, bangkirai, belangeran, cengal, giam, jati, kapur, kempas, keruing, lara, rasamala.
  1. Veneer biasa
Persyaratan teknis : kayu bulat berdiameter besar, bulat, bebas cacat dan beratnya sedang.
Jenis kayu :      meranti merah, meranti putih, nyatoh, ramin, agathis, benuang.
  1.             Veneer mewah
Persyaratan teknis :     disamping syarat di atas, kayu harus bernilai dekoratif.
Jenis kayu :      jati, eboni, sonokeling, kuku, bongin, dahu, lasi, rengas, sungkai, weru, sonokembang.
  1. Perkakas (mebel)
Persyaratan teknis :     berat sedang, dimensi stabil, dekoratif, mudah dikerjakan, mudah dipaku, dibubut, disekrup, dilem dan dikerat.
Jenis kayu :      jati, eboni, kuku, mahoni, meranti, rengas, sonokeling, sonokembang, ramin.
  1. Lantai (parket)
Persyaratan teknis :     keras, daya abrasi tinggi, tahan asam, mudah dipaku dan cukup kuat.
Jenis kayu :      balau, bangkirai, belangeran, bintangur, bongin, bungur, jati, kuku.
  1. Bantalan Kereta Api
Persyaratan teknis :     kuat, keras, kaku, awet.
Jenis kayu :      balau, bangkirai, belangeran, bedaru, belangeran, bintangur, kempas, ulin.
  1. Alat Olah Raga
Persyaratan teknis :     kuat, tidak mudah patah, ringan, tekstur halus, serat halus, serat lurus dan panjang, kaku, cukup awet.
Jenis kayu :      agathis, bedaru, melur, merawan, nyatoh, salimuli, sonokeling, teraling.
  1. Alat Musik
Persyaratan teknis :     tekstur halus, berserat lurus, tidak mudah belah, daya resonansi baik.
Jenis kayu :      cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.




BAB III METODE PRAKTIKUM


  1. Tempat dan waktu
Praktikum ini dilakukan pada:
Hari           : Jum’at
Tanggal     : 13 april 2012
Jam            : 08.00 s/d selesai
Tempat      : Lab. Survei Hutan


  1. Alat yang digunakan
1.      Alat tulis
2.      Kamera


  1. Cara kerja
a.       Mengidentifikasi kayu
b.      Menentukan sifat – sifat kayu
c.       Menanyakan beberapa pertanyan pada pemilik bangsal kayu, antara lain:
·         Masing – masing kayu yang ada di bangsal cocok untuk jadi apa?
·         Penggunaannya apakah sama, jenis yang sama tapi habitat berbeda?
·         Sifat pengerjaannya apabila di gergaji, belah, potonh, ketam dan dibor?
·         Harganya ?
d.      Memfoto Kayu
e.       Membuat laporan hasil praktikum






BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil
No
Nama kayu
Bagus dibuat
Sifat pengerjaan
Harga
1
Medang batu
Pintu bagian tengah
Mudah, kecuali di paku
2,5 jt/kubik
2
Medang sereh
Pintu bagian tengah
Mudah, kecuali di paku
2,5 jt/kubik
3
Medang kunyit
Pintu bagian tengah
Mudah, kecuali di paku
2,5 jt/kubik
4
Leban
Kusen, pintu bagian luar
Agak susah
2,5 jt/kubik
5
Tembesu
Kusen dan daun jendela
Mudah
3 jt/kubik
6
Rengas
-
Susah
-
7
Sungkai
Perabot dan furniture
Mudah
3 jt/kubik
8
Meranti terong
Pintu, daun jendela, dan perabot
Mudah
2,5 jt/kubik
9
Meranti kulit buaya
Kusen, pintu, daun jendela
Agak susah
2,5 jt/kubik
10
Meranti batu
Kusen, pintu, daun jendela
Agak susah
2,5 jt/kubik
11
Meranti bunga
Pintu bagian tenngah
Mudah
2,5 jt/kubik
12
Bulian tanduk
Kusen
Mudah
-
13
Buluan kuning
Kusen
Mudah
-
14
Durian
Pintu kamar
Mudah
-
15
Berumbung
Pintu
Mudah
2,5 jt/kubik
16
Racuk
Pintu dan daun jendela
Mudah
1,8 jt/kubik





IV.2 Pembahasan     

Description: H:\Foto\M.batu.jpgMedang Batu ( Litsea spp)
Kesan Raba : Kasar
Corak  : Tidak bercorak / Tidak dekoratif
Aroma : Tidak Beraroma
Dibuat : Pintu bagian tengah, karna jika di buat konsen        takbagus karena paku mudah lepas dan kayu lunak
Pengerjaan : mudah kecuali dipaku kayu ini pecah
Disuplai : dari betaling dan lubuk ruso
Harga : 2,5 jt/kubik

Description: H:\Foto\Rengas manuk.jpgRengas Manuk (Melanorrhoea spp)
Kesan Raba : Halus, Licin & Mengkilap
Corak  : Sangat Dekoratif
Aroma : Tercium Aroma Resinnya
karena kayu rengas gatal dan jaga pengerjaannya susah sering kali menumpulkan mata alat.






Description: G:\Foto\Foto m. Sereh.jpg
Nama spesiesb: Medang kunyit
Penyusutan lebih kuat dari semua medang yang lain
Lebih lunak dari pada medang yang lain
Warna kuning
harganya 2,5 jt/kubik




Description: H:\Foto\M.sereh.jpgMedang Sereh ( Litsea spp)
Kesan Raba : Kasar
Corak  : Tidak Bercorak / Tidak dekoratif
Aroma : Beraroma Sereh
Penyusutan lebih kuat dari medang batu
Timbul gelombang pada penampilan gara-gara penyusutan
Pengerjan : mudah kecuali di paku, karena kayu ini mudah                     pecah
Harga : 2,5 jt/kubik
Medang sereh ini sering kali bolong – bolong.


Description: G:\Foto\Foto leban.jpg

Nama spesies : Leban
Sifat pengerjaannya agak susah  dib or, belah, dan di pahat
bisa di buat kusen dan pintu.
harga 2,5 jt/kubik




Description: H:\Foto\T.rawa.jpg
Tembesu Rawa ( Fagraea fragrans)
Kesan Raba : Kasar
Corak : Ada tapi sedikit
Aroma : Tidak Beraroma
pengerjaannya : Mudah, karena seratnya rapuh
Harga : 3 jt/kubik
Dibuat: Kusen


Description: G:\Foto\Foto racuk.jpg
Nama perdagangan : Kayu racuk,
 kayu racuk adalah kayu rimba campuran
Harga ; 2,5 jt/kubik
pengerjaan ; Mudah
cocok untuk daun jendela








Description: H:\Foto\Bulian.jpgBulian (Eusideroxylon zwagerii)
Kesan Raba     : Licin, Halus Ada lapisan Berlilin
Corak              : Bercorak, tidak untuk  dekoratif
Beraroma        : Masam      
Pengarjaannya : mudah karena seratnya rapuh







Description: G:\Foto\Foto s. Terong.jpg
Nama Perdagangan : Meranti Terong
Jika basah beralur warna biru
Warna kayu merah terang dan BJ sedang
Lebih cepat susut
Cocok di buat untuk Pintu, daun jendela Dan prabot
Harga 2,5 jt/kubik










Beberapa kayu yang ikut diamati tetapi tidak sempat mengambil gambarnya:

Nama perdagangan : Meranti batu
pengerjaan : agak susah
cocok untuk: pintu dan daun jendela
harga : -

Nama perdagangan : sungkai
Pengerjaan : mudah
cocok untuk : perabot atau furniture
Harga : 3 jt/kubik
Nama perdagangan : meranti bunga / meranti lempung / meranti payau
Kayu ini, kayu paling lunak di jenis meranti
warnanya terang
pengerjaan : mudah
harga : 2,5 jt/kubik

Nama perdagangan : kayu durian
pengerjaan : mudah
cocok untuk: pintu kamar
kayu ini cepat bubukan, paling cept bubukan pada 8 bulan
harga: -

Nama perdagangan : meranti kulit buaya
pengerjaan : agak susah karna kayu ini keras
cocok untuk : pintu dan daun jendela
harga : -

Nama perdagangan : Berumbung
Pengerjaan : mudah
cocok untuk: pintu
harga : 2,5 jt/ kubik




BAB V PENUTUP

Kesimpulan
 Berat dan Berat Jenis
Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat ekstraktif didalamnya.  Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya.  Kayu mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani).  Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan semakin kuat pula.
Keawetan
Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu.  Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.

·         Bangunan ( kontruksi )
1.Kusen
2.Pintu
3.Daun jendela
4.Kerangka rumah
5.Perabung atap
·         Perkaas ( mebel )
·         Alat olah raga
·         Alat music
·         Bantalan kreta api
·         Lantai rumah
·         Patung, dll



Daftar Pustaka
www. Goegle. Com


Direktorat jendral kehutanan
Departemen pertanian indonesia

Tidak ada komentar: